Sepanjang jalan pulang ke rumah, aku hanya memikirkan bagaimana cara menyampaikan kabar baik, sekaligus mengejutkan ini kepada Papa dan Mama. Sudah tiga tahun terakhir ini, aku memang hanya tinggal bertiga saja dengan Papa dan Mama di rumah, dikarenakan adik laki - lakiku satu - satunya, Ado, melanjutkan kuliahnya di Semarang.
Aku pun akhirnya memutuskan untuk membicarakan hal ini saat makan malam bersama. Seperti yang kuduga, Papa dan Mama amat senang mendengar kabar promosiku. Tetapi, mereka juga mendadak sedih saat tahu bahwa aku harus pindah ke Bandung selama enam bulan.
"Mama kesepian deh pasti, enam bulan ditinggal Dyta," ucap Mama pelan di tengah makan malam bersama kami. Aku pun langsung memeluk Mama yang duduk tepat di sebelahku. Rasanya memang cepat sekali. Hari ini aku baru memberitahukan soal kabar ini, dan lusa aku sudah tidak tinggal di rumah lagi, melainkan di Bandung.
"Aku usahain pulang setiap weekend ya, Ma.."
Mama pun mengangguk lalu kembali memelukku lagi, "Gak apa - apa, disesuaikan aja sama jadwal Dyta disana. Kalo bisa pulang, syukur. Kalau enggak bisa juga nggak apa - apa. Asal jaga kesehatan terus ya, Nak disana.."
"Iya, disesuaikan sama jadwal kamu aja, Dyt. Kalau nggak bisa pulang ke Jakarta, Papa sama Mama bisa juga kok main ke Bandung.." usul Papa sambil tersenyum. Aku tahu, Papa pasti juga kaget dengan kabar mendadak ini, tapi Papa lebih bisa menyembunyikan emosinya dibanding Mama.
"Mama sedih banget mau ditinggal Dyta enam bulan ke Bandung. Tapi Mama juga seneng, karena ini bisa jadi kesempatan buat Dyta, belajar hal baru, belajar dengan tanggung jawab baru. Pesen Mama, jangan lupa berdoa, bersyukur sama Tuhan ya, Nak..."
Aku pun terharu mendengar pesan Mama. Tak terasa aku menteskan air mataku lalu memeluk Mama lagi. Papa pun beranjak dari kursinya lalu memeluk kami berdua.
"Baik - baik disana ya, Nak.. Jadi inget waktu kamu mau berangkat kuliah ke Bandung. Papa, Mama sama Ado juga sedih banget, persis banget kayak gini.."
Iya, aku masih bisa mengingatnya dengan jelas. Aku pun tersenyum lalu mencium pipi Papa dan Mama bergantian.
Bandung, sampai jumpa kembali.
No comments:
Post a Comment